Sejarah

Jejak Langkah Perusahaan

1992

Perseroan didirikan dengan nama PT Tiga Pilar Sejahtera oleh tiga orang yaitu Bapak Joko Mogoginta, Bapak Budhi Istanto, dan Almarhum Bapak Priyo Hadisusanto. Produk utama adalah bihun kering dan mie kering.

1995

Seiring dengan meningkatnya permintaan, pada 1995 Perseroan mendirikan pabrik di Karanganyar, Jawa Tengah yang memiliki tujuh lini produksi dengan kapasitas 30.000 ton per tahun.

2000

Perseroan membangun pabrik makanan terpadu seluas 25 Ha di Sragen, Jawa Tengah untuk penyatuan seluruh fasilitas produksi Perseroan sekaligus persiapan untuk pertumbuhan usaha di masa mendatang.

2001

Proses produksi dilakukan di pabrik baru yang berlokasi di Sragen. Unit produksi mie instan pun berdiri sejak saat itu dengan pelaksanaan proses produksi dan pemasarannya dilakukan di awal 2002.

2002
  • Perseroan meraih sertifikasi ISO 9001:2000.
  • Perseroan mengeluarkan saham tanpa HMETD dengan nilai nominal Rp200 per saham dan mengeluarkan Obligasi Konversi sebesar Rp60 miliar.
2003

Perseroan tercatat sebagai perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia, melalui proses backdoor listing, yaitu dengan mengakuisisi PT Asia Inti Selera dan melakukan Penawaran Umum Terbatas I dengan kode perdagangan saham AISA. Perseroan berubah nama menjadi PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (“TPSF”).

2007

TPSF membuat perubahan logo untuk menyamakan visi dan misi.

2008
  • TPSF melakukan Penawaran Umum Terbatas II
  • TPSF melakukan akuisisi terhadap PMI yang bergerak di bidang makanan manis, biskuit dan snack.
  • TPSF mengakuisisi BRI, sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terletak di Kalimantan Selatan, untuk meraih peluang di komoditas kelapa sawit.
  • TPSF memperoleh penghargaan sebagai Emiten Industri Barang Konsumsi Terbaik dari ajang Bisnis Indonesia Award 2008 dan masuk ke dalam Indeks Kompas 100 pada Agustus 2008.

 

2010
  • TPSF masuk ke bidang usaha beras dengan mengakuisisi PT Dunia Pangan (“DP”) yang bergerak di bidang perdagangan beras dan mengakuisisi pabrik beras PT Jatisari Srirejeki (“JSR”).
  • TPSF mengakuisisi 5 perusahaan perkebunan kelapa sawit baru.
  • TPSF meraih penghargaan Top 250 Indonesia Original Brand, penghargaan Excellent Brand, penghargaan 10 CEO Terbaik, dan penghargaan Most Improved IICD Good Corporate Governance.
  • TPSF melepas dua Entitas Anak yang tidak aktif.
2011
  • TPSF melakukan Penawaran Umum Terbatas III
  • TPSF mengakuisisi pabrik beras dan merek beras milik PT Alam Makmur Sembada, yang kemudian menjadi aset PT Indo Beras Unggul.
  • TPSF melalui PT Balaraja Bisco Paloma (“BBP”) mengakuisisi fasilitas produksi biskuit di Balaraja Tangerang.
  • TPSF mengakuisisi snack merek “Taro” beserta fasilitas produksinya dari PT Unilever Indonesia Tbk.
  • TPSF melalui Entitas Anak PT Bumiraya Investindo melakukan joint venture dengan Bunge Agribusiness Singapore Pte Ltd.

 

2012

TPSF mengakuisisi PT Subafood Pangan Jaya di bawah TPS Food, mengakuisisi PT Sukses Abadi Karya Inti di bawah TPS Rice dan mengakuisisi PT Tandan Abadi Mandiri di bawah TPS Palm Oil.

2013
  • Perseroan menerbitkan Obligasi TPS Food I Tahun 2013 senilai Rp600 miliar dan Sukuk Ijarah TPS Food I Tahun 2013 senilai Rp300 miliar.
  • Pemegang saham pengendali Perseroan menjual 9,5% saham AISA kepada sebuah perusahaan investasi global terkemuka, KKR & Co.L.P. Atas transaksi penjualan itu, satu orang perwakilan KKR masuk ke dalam jajaran Komisaris TPSF.
  • Penyelesaian pembangunan pabrik pengolahan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berkapasitas 30 ton tandan buah segar (TBS) per jam.
  • Pengembangan fasilitas produksi pada kategori Makanan Dasar yakni mie kering dengan peningkatan kapasitas produksi sampai dengan 1.000 ton per bulan.

 

2014
  • Perseroan melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan mengeluarkan saham baru dari simpanan (portepel) sebesar 292.600.000 (dua ratus sembilan puluh dua juta enam ratus ribu) saham dengan nilai nominal Rp200 per saham dan harga pelaksanaan PMTHMETD senilai Rp2.250 per saham.
  • Peresmian pabrik beras PT Sukses Abadi Karya Inti di Jawa Tengah, berkapasitas produksi 240.000 ton per tahun.
  • Perseroan mengakuisisi kepemilikan saham PT Golden Plantation (“GP”) yang bertujuan untuk menjadikan GP sebagai perusahaan sub-holding dari perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam divisi kelapa sawit Perseroan menggantikan PT Bumiraya Investindo (“BRI”). GP tercatat sebagai perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia dengan kode perdagangan saham GOLL pada 23 Desember 2014.
  • Perseroan melalui PT Golden Plantation mengakuisisi PT Persada Alam Hijau (“PAH”).
  • Perseroan melalui PT Dunia Pangan mendirikan PT Tani Unggul Usaha (“TUU”) dan PT Swasembada Tani Selebes (“STS”).

 

2015
  • Perseroan melalui PT Golden Plantation Tbk mengakuisisi PT Bailangu Capital Investment (“BCI”).
  • Anak Perusahaan di Divisi Makanan yaitu PT Tiga Pilar Sejahtera menerima Sertifikat ISO 14001:2004 yang diterbitkan oleh Integrated Laboratory-IPB Environmental Management System Assurance (ILEA-IPB).
  • Anak Perusahaan di Divisi Makanan yaitu PT Tiga Pilar Sejahtera menerima Sertifikat OHSAS 18001:2007 yang diterbitkan oleh URS (United Registrar of Systems) Certification.

 

2016
  • Perseroan menjual sebanyak 2.864.990.000 lembar saham atau 78,17% kepemilikan saham Perseroan atas PT Golden Plantation Tbk kepada PT JOM Prawarsa Indonesia.
  • Perseroan meresmikan pabrik pembangkit listrik PT Patra Power Nusantara.
  • Perseroan meresmikan pabrik Unit 5 PT Tiga Pilar Sejahtera yang digunakan untuk fasilitas produksi bihun instan Bihunku.
  • Perseroan menerbitkan Sukuk Ijarah TPS Food II Tahun 2016, dengan Sisa Imbalan Ijarah sebesar Rp1.200.000.000.000 (satu triliun dua ratus miliar Rupiah).
  • Anak perusahaan di Divisi Makanan yaitu PT Putra Taro Paloma memperoleh Sertifikasi ISO 22000:2009 dan HACCP yang diterbitkan oleh Integrated Laboratory Bogor Agricultural University (ILFA-IPB) dan Mutu Certification Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk brand Taro dan Bravo.
  • Perseroan meluncurkan program Mitra Usaha Maknyuss (MUM) dengan konsep layanan pesan antar.
  • Perseroan mengimplementasikan Sales Force Automation, suatu aplikasi penjualan yang berjalan di platform smartphone dan tablet.
  • Lagu Hymne TPS berjudul Cita-cita TPS pertama kali diperkenalkan dan dinyanyikan oleh Insan TPS.